Tuesday, July 20, 2010

Mengatasi Sakit Telinga Saat Penerbangan

Sebagian besar orang mengalami sakit telinga saat pesawat akan lepas landas atau ketika mendarat yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Ketahui bagaimana mengatasi sakit telinga saat bepergian dengan pesawat terbang.

Gangguan yang terjadi di telinga ketika menggunakan transportasi pesawat terbang disebabkan karena adanya tekanan yang tidak sama antara kedua gendang telinga. Seseorang akan merasa adanya penyumbatan atau gendang telinga yang menutup saat pesawat akan mendarat.

Pada telinga manusia ada ruang kecil di telinga tengah dan dibelakang gendang telinga yang biasanya diisi oleh udara. Ruang udara ini akan terhubung ke bagian belakang hidung melalui saluran kecil yang disebut tabung Eustachian. Udara di kedua sisi gendang telinga ini harus berada pada tekanan yang sama sehingga menciptakan lingkungan yang baik untuk mendengar. Jika keseimbangan ini terganggu, maka akan mengalami masalah telinga.

Saat pesawat akan mendarat, maka tekanan udara akan menjadi lebih tinggi sehingga gendang telinga didorong ke arah dalam dan menimbulkan rasa sakit atau telinga seperti budek. Satu-satunya cara agar kondisi kembali normal adalah meninggikan tekanan di telinga bagian tengah dengan cepat.

Dikutip dari eHow, Selasa (20/7/2010) ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa sakit di telinga ketika bepergian dengan pesawat terbang, yaitu:
  1. Jika mengalami alergi atau infeksi saluran pernapasan atas, sebaiknya mintalah rekomendasi dari dokter untuk mengonsumsi obat decongestan. Karena kondisi ini menyebabkan penyumbatan di tabung eustachian. Konsumsi obat ini 45 menit sebelum pesawat lepas landas sehingga memberikan waktu bagi obat untuk bekerja.
  2. Bawalah sebungkus permen karet dan mengunyahnya selama pesawat lepas landas dan juga mendarat. Hal ini akan membantu menjaga tabung eustachian tetap terbuka dan membantu menormalkan tekanan di sekitar gendang telinga.
  3. Jika tidak ada permen karet bisa dengan cara menutup hidung dengan tangan dan mulut, lalu cobalah untuk meniup udara keluar dari hidung tanpa melepaskan tangan yang menutup hidung.
  4. Jika penerbangannya jarak jauh, pastikan untuk bangun dari tidur sebelum pesawat mendarat karena tabung eustachian tidak akan efektif terbuka selama tidur.
  5. Usahakan untuk terus minum atau menelan setiap 15-30 detik.
  6. Cobalah menggunakan penutup telinga baik yang terbuat dari busa atau kapas, karena alat ini akan menjaga tekanan sehingga tidak mengganggu keseimbangan di gendang telinga.
  7. Usahakan untuk menghindari penerbangan jika sedang menderita flu, karena akan akan memudahkan penyumbatan di tabung eustachian serta membuat seseorang sulit bernapas.
  8. Pada kasus tertentu dan jarang terjadi, terkadang sakit telinga masih terasa meskipun sudah keluar dari pesawat. Kemungkinan terjadi akibat pembuluh darah kecil di telinga yang pecah sehingga menyebabkan pembengkakan.
 Sumber : detikHealth

Friday, June 25, 2010

Manfaat Tersembunyi Berciuman Untuk Kesehatan

Berciuman tidak hanya bisa dijadikan sebagai bahan foreplay Anda. Dengan berciuman, Anda bisa mendapatkan aneka manfaat. Berikut beberapa manfaat dari berciuman untuk kesehatan:

Jantung Sehat
Tak hanya latihan kardio di gym saja yang bisa membuat Anda sehat. Saat Anda mencium pasangan dalam waktu yang lama, detak jatung bisa meningkat hingga 110 per menit. Ini bisa menjadi latihan yang bagus bagi kesehatan jantung.

Paru-paru sehat

Setelah berciuman, biasanya nafas menjadi lebih cepat. Rata-rata setelah berciuman, orang akan menghirup dan membuang nafas 60 kali dalam satu menit. Sedangkan dalam keadaan normal, hanya 20 kali tiap satu menit. Menghirup dan membuang nafas lebih sering akan mencegah berbagai gangguan di paru-paru.

Gigi Sehat
Saat berciuman, produksi saliva atau air liur otomatis lebih banyak. Asam yang terkandung dalam saliva akan menjadi pelindung yang baik bagi gigi Anda.

Penghilang stress

Berciuman lebih dari 3 menit akan merangsang tubuh menghasilkan rantai kimiawi yang akan menghancurkan hormon penyebab stress.

Sumber : wolipop

Tuesday, June 15, 2010

Rahasia di Balik Air Liur

Air liur atau ludah bukan sekedar cairan di mulut yang dianggap menjijikkan dan kotor. Ada banyak hal yang dapat diketahui dari air liur. Apa saja rahasia di balik air liur?

Beberapa orang mungkin menganggap air liur steril atau desinfektan, sehingga percaya bahwa air liur akan lebih cepat menyembuhkan luka. Padahal, mulut adalah sarang kuman dan bakteri. Ada lebih dari 600 jenis bakteri di dalam mulut dan air liur yang dapat menyebabkan infeksi.

Seperti dilansir dari MSN, Senin (14/6/2010), berikut rahasia di balik air liur:

Apa saja yang ada di air liur?


Sebagian besar air liur adalah air, tetapi juga mengandung elektrolit, bakteri, virus, jamur, sekresi dari hidung dan paru-paru, sel-sel dari lapisan mulut dan sekitar 500 protein.

Tentu saja, isi dari air liur juga tergantung pada apa yang dimasukkan ke dalam mulut, seperti puing-puing makanan. Komponen pasta gigi juga umum ditemukan dalam air liur. Kandungan air liur setiap orang pun berbeda.

Apa yang bisa diketahui dari air liur?

Dari air liur, bisa didapatkan sampel dari DNA. Bahkan, meskipun air liur tidak mengandung sel DNA, tetapi sel-sel dari lapisan mulut dapat ditemukan di sampel air liur.

Air liur juga merupakan petunjuk lain untuk menungkapkan identitas seseorang. Air liur dapat mengungkapkan apa yang sudah dimakan dan obat-obatan yang mungkin dikonsumsi, seperti kokain, ganja dan barbiturat. Para ilmuwan juga dapat menggunakan sampel air liur untuk menunjukkan berapa banyak obat tertentu dalam tubuh.

Para ilmuwan juga ingin dapat menggunakan air liur sebagai alat untuk mendeteksi penyakit, karena jauh lebih mudah, dan dalam banyak kasus lebih aman. Tes HIV merupakan salah satu tes yang mana air liur digunakan sebagai sampel, meskipun tes darah masih merupakan cara standar untuk tes HIV.

Apa saja fungsi air liur?

Sebagian orang tidak menyadari betapa pentingnya fungsi air liur, yaitu:

  1. Memecah makanan dalam mulut, sehingga dapat dirasakan oleh lidah dan lebih mudah dicerna oleh perut.
  2. Membersihkan makanan dan sel-sel mati dari lapisan mulut
  3. Mengikat makanan menjadi bola sehingga dapat ditelan
  4. Membersihkan makanan dan bakteri dari gigi
  5. Mencegah lapisan mulut kering
  6. Menghancurkan atau mencegah pertumbuhan jamur tertentu
  7. Menetralisir asam dari makanan dan minuman
  8. Membantu menumbuhkan enamel gigi yang rusak, karena kalsium dan kadar fosfor

Berapa banyak jumlah air liur?


Goodson memperkirakan rata-rata seseorang memproduksi kurang lebih setengah liter air liur dalam satu hari. Tapi tentu saja jumlah ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Gen
  2. Waktu (produksi air liur melambat secara drastis di malam hari)
  3. Banyak air yang diminum
  4. Sedang mengunyah permen karet atau menghisap permen keras (keduanya meningkatkan produksi air liur)
  5. Mencium sesuatu yang menarik (juga meningkatkan produksi air liur, itu sebabnya ada istilah 'lezat')
  6. Lebih dari 400 obat menyebabkan penurunan produksi air liur
  7. Umur produksi (air liur menurun seiring dengan usia)
  8. Memiliki kondisi atau penyakit yang mempengaruhi produksi air liur, seperti sindrom Sjorgen, atau sedang menjalani terapi radiasi
 Sumber : detikHealth

Thursday, May 20, 2010

Risiko 2 Kali Lipat Kehilangan Pendengaran dari Konsumsi Viagra

Bahaya sembarangan minum obat kuat viagra kembali ditemukan. Jika sebelumnya berpengaruh terhadap gangguan penyakit jantung dan penglihatan, kini viagra ditemukan bisa meningkatkan risiko dua kali lipat kehilangan pendengaran.

Studi yang dilakukan ilmuwan AS menemukan orang yang mengonsumsi viagra untuk mengatasi gangguan ereksi memiliki peluang dua kali lipat mengalami kehilangan pendengaran alias tuli.

Temuan ini sekaligus mempertegas peringatan badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) tahun 2007 tentang efek samping viagra.

Penggunaan obat viagra harus berdasarkan resep dokter karena konsumsi yang tidak tepat bisa menimbulkan bahaya. Contohnya jika dikonsumsi bersamaan dengan obat penyakit jantung yang mengandung nitrat, karena efek yang dihasilkan bisa saling menguatkan.

Dalam penelitian terbaru, peneliti Gerald McGwin dari University of Alabama, Birmingham School of Public Health, mengambil contoh 40 pria Amerika. Hasilnya, 1 dari 3 orang yang mengonsumsi viagara atau obat kuat lainnya seperti Cialis dan Levitra mengalami gangguan pendengaran.

Penemuan ini telah dilaporkan dalam jurnal Archives of Otolaryngology--Head & Neck Surgery. Meski begitu peneliti tetap akan melakukan kajian lebih lanjut tentang bahaya obat-obat kuat yang diminum tidak sesuai dosis.

Produsen obat sendiri sebenarnya sudah memperingatkan bahaya kehilangan pendengaran dalam produk yang dijual. Tetapi menurut Dr. James E. Saunders, spesialis telinga dari Dartmouth Hitchcock Medical Center, New Hampshire penemuan ini justru makin memperkuat dugaan risiko kehilangan pendengaran itu.

"Sebelumnya kami hanya fokus pada kehilangan pendengaran secara mendadak," kata Saunders seperti dilansir dari Reuters, Kamis (20/5/2010).

Sumber : detikHealth

Wednesday, May 19, 2010

Bercinta Setelah Melahirkan, Haruskah 6 Bulan Menunggu?

Setelah melahirkan, biasanya wanita dianjurkan untuk tidak bercinta selama enam minggu. Apakah hal itu benar adanya? Atau hanya mitos belaka?

Kebanyakan dokter memang menganjurkan untuk bercinta setelah enam minggu check up. Tetapi sebenarnya Anda tidak perlu menunggu begitu lama.

Sebenarnya tujuan dokter menganjurkan untuk puasa bercinta selama enam minggu demi kebaikan sang ibu. Karena batas aman berhentinya pendarahan biasanya selama enam minggu seperti dikutip dari ivillage.

Jika persalinan berjalan normal dan tidak ada pendarahan, biasanya leher rahim sudah tertutup setelah dua minggu persalinan. Artinya Anda sudah bisa bercinta selama merasa siap lahir dan batin.

Tetapi bagi mereka yang kehilangan banyak darah, infeksi atau demam setelah melahirkan harus lebih sabar menunggu sebelum bercinta. Biasanya mereka membutuhkan waktu selama empat hingga enam minggu, itupun setelah dokter memperbolehkan bercinta.

Perlu diingat bagi mereka yang tidak memberikan ASI eksklusif terhadap anaknya, maka bisa menjadi subur kembali setelah dua minggu. Oleh karena itu, jangan lupa menggunakan alat kontrasepsi.

Sumber : wolipop

Kapan Kotoran Telinga Perlu Dibersihkan?

Kotoran telinga punya fungsi melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi sehingga tidak perlu terlalu sering dibersihkan. Tapi kotoran telinga juga kadang mengganggu pendengaran. Kapan sebaiknya kotoran telinga dibersihkan?

Kulit pada saluran telinga luar memiliki kelenjar khusus yang menghasilkan kotoran telinga yang dikenal sebagai cerumen.

Biasanya, sejumlah kecil kotoran telinga berakumulasi kemudian mengering dan keluar dari saluran telinga, membawa partikel debu yang tidak diinginkan atau pasir.

Bentuk cerumen atau kotoran telinga berbeda antara orang satu dengan lainnya. Mungkin hampir berbentuk cair, padat dan tegas atau berupa kulit kering. Warnanya juga bervariasi tergantung pada komposisi.

Sebagian besar saluran telinga dapat membersihkan sendiri, dengan cara lapisan kulit saluran telinga bermigrasi dari gendang telinga ke telinga pembukaan luar.

Kotoran telinga yang lama akan terus diangkut dari daerah yang lebih dalam dari saluran telinga menuju keluar, biasanya kering, serpihan dan jatuh.

Kapan seharusnya harus dibersihkan?

Dalam keadaan ideal, seseorang seharusnya tidak perlu membersihkan kotoran telinganya. Tapi kadang orang malah terlalu sering membersihkan telinganya hingga cairan pelumas telinganya pun kering.

Seperti dilansir dari MedicineNet, Selasa (18/5/2010), kotoran telinga yang berlebihan dapat terbentuk di dalam saluran telinga karena berbagai alasan, antara lain:

  1. Penyempitan saluran telinga akibat infeksi atau penyakit kulit, tulang, atau jaringan ikat
  2. Produksi cairan cerumen kurang (lebih umum pada orang tua karena penuaan dari kelenjar yang menghasilkan kotoran telinga)
  3. Cerumen berlebihan dalam menanggapi trauma atau penyumbatan di dalam saluran telinga

Bila kotoran telinga terakumulasi begitu banyak sehingga membentuk blok saluran telinga dan mengganggu pendengaran, maka saat itulah kotoran telinga perlu dibersihkan.

Orang mungkin akan mencoba menggunakan cotton bud (pembersih telinga dengan kapas) atau tetes telinga bila kotoran telingan terlalu keras.

Penggunaan cotton bud baik dilakukan bila keadaan kotoran telinga sedikit cair dan tidak keras. Karena apabila kotoran telinga keras, maka penggunaan cotton bud justru akan membuat kotoran tersebut semakin masuk ke dalam telinga.

Dan untuk menggunakan tetes telinga, sangat penting untuk mengetahui bahwa telinga Anda tidak mengalami perforasi (bocor) gendang telinga sebelum menggunakan produk.

Menggunakan tetes telinga dengan keadaan gendang telinga berlubang dapat menyebabkan infeksi pada telinga tengah. Dan juga jika disertai rasa sakit, nyeri atau ruam kulit lokal penggunaan obat tetes harus dihentikan.

Pada saat seperti ini, dokter mungkin harus membersihkan kotoran telinga keluar (dikenal sebagai lavage), dengan vakum, atau bahkan membersihnya dengan instrumen khusus.

Sumber : detikHealth

Sunat Atasi Gangguan Penis Fimosis Pada Anak

Salah satu gangguan yang bisa terjadi pada penis anak laki-laki adalah mengalami fimosis (phimosis). Anak yang mengalami fimosis selalu merasa sakit saat kencing. Umumnya kondisi ini diobati dengan cara disunat atau dikhitan.

Fimosis adalah kondisi kulup (bagian kulit yang menutupi ujung kepala penis) tidak dapat ditarik sehingga kulit tersebut menutupi lubang atau saluran kemih yang menyebabkan anak merasa nyeri saat buang air kecil.

Seperti dikutip dari Menshealth.about.com, Selasa (18/5/2010) fimosis dapat disebabkan oleh:

  1. Kegagalan kulup untuk melonggar selama proses pertumbuhan
  2. Infeksi seperti balinitis
  3. Cacat yang disebabkan oleh trauma
  4. Penyakit pada alat kelamin.

Infeksi yang terjadi kemungkinan timbul dari ketidakmampuan melakukan pembersihan yang efektif sehingga menyebabkan pembengkakan, kemerahan dan rasa sakit di daerah tersebut.

Selain rasa nyeri dan sakit saat buang air kecil, fimosis ini juga sering disertai dengan gejala:

  1. Bagian depan penis yang menggelembung
  2. Anak menangis saat buang air kecil karena timbul rasa sakit
  3. Urine yang keluar tidak lancar
  4. Kadang disertai dengan demam tinggi atau iritasi pada penis.

Fimosis ini bisa terjadi karena faktor kongenital (bawaan sejak bayi lahir) atau bisa juga akibat peradangan berulang yang terjadi pada kulit depan penis (kulup).

Anak-anak seringkali sulit untuk mengungkapkan apa yang dialaminya, sehingga orangtualah yang harus cermat memperhatikan dan melihat apa yang terjadi dengan anaknya.

Beberapa ahli medis memiliki pendapat berbeda mengenai pengobatan terhadap kondisi ini, diantaranya ada yang melarang melakukan perawatan bedah sampai anak tersebut mencapai pubertas. Namun jika penyebab dari fimosis ini adalah akibat infeksi Balanitis xeroticia obliterans, maka satu-satunya pengobatan adalah melakukan bedah sunat.

Meski demikian ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi fimosis, yaitu:

  1. Menggunakan krim tropis, steroid dan non-steroid yang dioleskan pada bagian kulup.
  2. Peregangan bertahap untuk membuka kulup sehingga lebih longgar.
  3. Pembedahan untuk membentuk kembali kulup dan membuatnya lebih lebar.

Umumnya jika fimosis tak kunjung sembuh setelah diberikan pengobatan berupa krim dan peregangan, maka dokter akan menyarankan dilakukan sunat untuk membuang kulit kulup tersebut.

Hingga kini sunat atau khitan masih menjadi pengobatan yang efektif untuk fimosis, dan sunat ini sendiri tidak akan mengganggu fungsi reproduksi dari anak tersebut nantinya.

Setelah dilakukan sunat, orangtua dan anak harus menjaga kebersihannya agar tidak terjadi infeksi yang dapat menghambat saluran kemih kembali.

Selain itu usahakan untuk selalu membersihkan kepala penis perlahan-lahan setiap kali anak selesai buang air kecil. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyumbatan saluran kemih oleh kotoran.

Sumber : detikHealth