Tuesday, March 26, 2013

Yang Harus Dibawa Saat Bunda Akan Melahirkan


Sudah diperkirakan oleh dokter bahwa Anda akan segera bersalin beberapa hari lagi. Bagaimanakah perasaan Anda saat ini? Deg-degan itu pasti, apalagi bagi Anda yang baru pertama kali menjalani persalinan.
Ok, bagaimana persiapan Anda saat ini? Apakah nama bayi sudah disiapkan saat si kecil lahir? Bagus... Persiapan nama sudah, sekarang tinggal menyiapkan barang-barang apa saja yang harus dibawa saat berangkat untuk bersalin nanti.
Disarankan, saat sudah mendekati tanggal bersalin (yang diperkirakan dokter), Anda dan suami wajib menyiapkan beberapa barang baik untuk Anda, bayi dan suami nanti. Jangan menyiapkan dadakan, karena justru akan mempersulit Anda, apabila sewaktu-waktu jam bersalin maju.
Nah, berikut adalah daftar barang yang harus disiapkan saat bersalin
Untuk ibu:
baju bukaan depan/kancing depan untuk menyusui
pakaian dalam maternity
alat mandi pribadi
buku atau music player untuk mengusir kebosanan serta mengalihkan perhatian dari rasa sakit
kartu kesehatan dan kontrol rumah sakit
Untuk ayah:
baju ganti
alat mandi
berkas-berkas untuk pengurusan akte
uang tunai
Untuk bayi:
kain bedong
kaus tangan
kaus kaki
topi
popok bayi
bedak bayi
minyak telon
Proses persalinan membutuhkan energi yang cukup besar (terutama bersalin dengan cara normal), untuk itu pastikan Anda beristirahat cukup, makan cukup dengan nutrisi seimbang, serta jaga kondisi tubuh agar tidak sakit.

sumber : vemale.com

7 Fakta Mengejutkan Seputar Kehamilan


Kehamilan adalah hal yang menakjubkan, semua hal yang terjadi selama masa kehamilan juga menakjubkan. Ada beberapa hal yang tampak mengada-ada tetapi inilah fakta kehamilan yang mengejutkan dan bisa jadi belum Anda ketahui, seperti dilansir situsParentdish.
1. Anda Tetap Menawan
Banyak wanita yang sedang mengandung berpikir bahwa dirinya tak menarik di mata para pria, termasuk pasangannya. Berat badan yang bertambah, rambut rontok, wajah kusam dan lain sebagainya menjadi alasan mengapa para wanita berpikir demikian. Padahal para pria tidak setuju dengan anggapan itu. Pada sebuah penelitian, 60 persen pria memiliki tingkat ketertarikan yang sama dengan pasangannya saat si wanita sedang mengandung, sebanyak 27 persen pria mengaku bahwa pasangannya justru tampak makin menawan saat sedang mengandung. Jadi Anda tak perlu merasa tidak cantik, karena Anda tetap menawan saat sedang mengandung.
2. Ukuran Payudara Lebih Besar Saat Mengandung Bayi Perempuan
Tentu saja akan terjadi perubahan ukuran dan bentuk payudara saat seorang wanita sedang mengandung. Tetapi ada perbedaan ukuran saat seorang wanita yang sama mengandung bayi perempuan atau laki-laki. Selain mitos perbedaan bentuk perut, ternyata ukuran payudara bisa menentukan jenis kelamin bayi yang dikandung. Wanita yang mengandung bayi perempuan mengalami perubahan ukuran payudara lebih besar dibandingkan jika mengandung bayi laki-laki. Hal tersebut dikarenakan perbedaan produksi hormon saat mengandung bayi perempuan dan laki-laki yang berpengaruh pada ukuran payudara.
3. Mimpi Jenis Kelamin Bayi Bisa Jadi Kenyataan
Hal ini tentu mengejutkan. Jika seorang calon ibu memimpikan apa jenis kelamin bayi yang sedang dia kandung, maka hal itu kemungkinan besar akan benar-benar terjadi. Ada ikatan yang sangat kuat antara seorang calon ibu dan bayi yang dikandung, intuisi wanita yang sangat kuat ini bahkan sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh National Center for Biotechnology Information.
4. Mimpi Buruk Pengaruhi Persalinan
Wanita yang mengalami mimpi nyata selama kehamilan akan mengalami proses persalinan yang lebih pendek dibandingkan wanita yang jarang bermimpi, rata-rata lebih cepat satu jam. Sedangkan ibu hamil yang mengalami mimpi buruk pada trimeseter ketiga kehamilan cenderung mengalami proses persalinan yang juga lebih cepat dan kesempatan untuk menurunkan depresi postpartum dibandingkan mereka yang sering mengalami mimpi baik. Tujuan dari mimpi tersebut adalah membantu ibu hamil menyelesaikan konflik internal yang mengarah pada kesiapan psikologis untuk proses kelahiran bayi.
5. Wanita Kurus Lebih Sering Lahirkan Bayi Perempuan
Wanita yang bertubuh kurus sebelum kehamilan memiliki kemungkinan besar untuk melahirkan bayi perempuan. Banyak penelitian menunjukkan adanya perbedaan statistik yang signifikan pada rasio jenis kelamin antara wanita bertubuh kurus dan normal. Penjelasan ini dimungkinkan karena embrio perempuan lebih mampu bertahan hidup pada lingkungan yang kurang ramah dibandingkan embrio laki-laki, hal ini menyebabkan kelahiran bayi perempuan lebih banyak terjadi pada wanita kurus.
6. Bau Badan Calon Ibu Pengaruhi Kesiapan Calon Ayah
Pada trimester ketiga kehamilan, keringat ibu hamil akan mengandung senyawa kimia baru bernama feromon. Tidak ada yang tahu pasti mengapa bahan kimia ini muncul saat ini dan menghilang tak lama setelah melahirkan, tetapi hal ini kemungkinan terjadi agar bayi yang baru lahir dapat mengidentifikasi ibunya. Tak hanya itu, bau badan yang halus ini ternyata dapat memengaruhi pasangan untuk memproduksi hormon prolaktin yang menjadi hormon ikatan dan persiapan untuk menjadi seorang ayah. Pria dengan kadar prolaktin tertinggi menjelang kelahiran bayi lebih pandai mengasuh bayinya ketimbang pria dengan kadar prolaktin yang rendah. Menakjubkan bukan?
7. Sel Calon Bayi Akan Tersimpan di Tubuh Anda
Selama masa kehamilan, banyak sel datang dan pergi melalui plasenta. Sel janin memasuki ibu dan sel ibu memasukkan bayi, dan sel-sel itu akan tinggal pada masing-masing tubuh seumur hidup. Sel-sel dari ibu akan tinggal di paru-paru bayi, tulang belakang, kulit, kelenjar tiroid, hati, usus, leher rahim, kandung empedu, limpa, kelenjar getah bening, dan pembuluh darah. Sedangkan sel bayi juga dapat hidup seumur hidup dalam hati Ibu dan otak.

sumber : vemale.com

Pentingnya Mengoptimalkan Perkembangan Bahasa Anak Sejak Dalam Kandungan


Salah satu tahapan perkembangan yang penting pada anak adalah bahasa karena bahasa merupakan faktor awal yang menentukan anak untuk dapat berkomunikasi kepada lingkungannya. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang luput perhatiannya untuk tahapan perkembangan yang satu ini. Alhasil, tak jarang, orang tua baru akan tersadar ketika anaknya sudah menginjak usia 3-5 tahun.
Para peneliti percaya bahwa perkembangan bahasa anak dimulai sejak anak masih di dalam kandungan (Dallas, 2013. Ketika dalam kandungan, anak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi suara dan irama percakapan dari sang ibu, meskipun kemampuan verbalnya belum berkembang saat itu. Kemampuan ini mampu akan bertahan sampai anak dilahirkan dan menginjak usia empat bulan.
Sementara itu, perkembangan kemampuan ekspresi verbal yang pertama ali dapat dilakukan oleh anak adalah menangis. Melalui tangisan, anak mulai berekspresi atas apa yang dirasakan untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya misalnya seorang anak akan menangis ketika mereka merasa lapar, haus atau merasa tidak nyaman. Kemudian, kemampuan ini akan mulai berkembang.
Menginjak umur 4 bulan, anak mulai berkomunikasi dengan suara-suara seperti 'ba-ba-ba', kemudian ketika telah menginjak usia 9 bulan hingga 1 tahun, mereka akan mulai dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti 'mama' hingga akhirnya anak akan mengenal kosakata kurang lebih 50-200 kata pada usia 2 tahun dan 3000 kosakata pada usia 3 tahun.
Tahapan perkembangan bahasa ini sangatlah penting untuk diperhatikan oleh orang tua guna mendeteksi adanya gangguan dan mendorong anak untuk memasuki tahap perkembangan selanjutnya. Oleh karena itu, strategi optimalisasi perkembangan anak sangat perlu dilakukan sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan.
Ketika usia kandungan sudah memasuki enam bulan, patut lah orang tua untuk membiasakan diri mengajak anak berinteraksi, mulai dari perasaan bahagia atau tentang hal-hal positif lainnya. Ini bisa dilakukan sambil mengelus lembut perut. Dengan melakukan hal ini, anak akan mengenal ritme suara dan irama bahasa ibu yang merupakan fase awal untuk mempelajari bahasa.
Kemudian, ketika anak sudah lahir, anak seharusnya diajarkan interaksi dan komunikasi yang dibarengi dengan ekspresi bahasa tubuh. Strategi ini adalah stimulasi perkembangan bahasa non-verbal sehingga anak dapat mengerti arti di baliknya dan meniru berbagai mimik dan ekspresi. Fase ini juga sangat penting karena jika seorang anak kehilangan masa-masa di fase ini, maka anak bisa terkena gangguan psikologis seperti autisme.
Selanjutnya, jika anak sudah menginjak usia 1 tahun dan mengenal kata, orang tua harus mulai membantu untuk mengenalkan lebih banyak kosakata. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membaca buku bergambar dan berwarna. Strategi selanjutnya adalah dengan mengajarkan anak untuk bernyanyi. Nyanyikan beberapa lagu anak yang mendidik diiringi dengan ekspresi dan gerakan yang sesuai.
Selain itu, ada baiknya jika orang tua dapat menstimulasi anak untuk berani bercerita mengenai perasaan atau apa yang dialami. Hal ini juga penting guna meningkatkan kemampuan komunikasi anak. Dengan peran aktif orang tua, perkembangan bahasa anak dapat dipacu dengan optimal sehingga anak tidak hanya dapat berkomunikasi secara verbal namun juga nonverbal dan berekspresi. Dengan demikian, kelainan psikologis dapat segera terdeteksi sejak dini.

Sumber : vemale.com

Yang Tak Boleh Dimakan Ibu Hamil


Kalau hamil kenapa sih tidak boleh makan ini itu? Uh, bikin bete ya. Tenang Bun, sekalipun ada pantangan ini itu, sebenarnya tujuannya baik kok.
Tak hanya sekedar mitos belaka, beberapa pantangan makanan ibu hamil sudah diuji secara medis. Dan menurut APA atau American Pregnancy Association, berikut adalah makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil sepanjang masa kehamilan.
Daging atau ikan mentah
Anda harus menahan dan menunda hobby makan sushi untuk sementara waktu. Daging atau ikan mentah yang dikonsumsi tanpa dimasak dulu membawa resiko bakteri berbahaya seperti toxoplasma dan salmonella.
Ikan bermerkuri
Ya tentu saja kita tidak akan mau mengonsumsi ikan apabila ia mengandung merkuri. Tetapi, bagaimana kita tahu ikan tersebut bermerkuri atau tidak?
Memang tak mudah membedakan ikan yang mengandung merkuri atau tidak. Tetapi setidaknya hindari saja makanan-makanan kalengan dan pilih ikan segar di pasar.
Telur mentah atau setengah matang
Masih soal yang mentah-mentah, telur mentah atau setengah matang juga berbahaya bagi ibu hamil karena umumnya ada bakteri salmonella di sana.
Soft cheese
Hindari keju-keju impor karena kabarnya keju impor mengandung bakteri listeria yang dapat menyebabkan perdarahan atau keguguran.
Salad dressing
Kalau biasanya salad dimakan dengan sausnya, kali ini Anda terpaksa harus menahan nafsu dan memilih saus madu saja. Umumnya, salad dressing terbuat dari telur mentah atau setengah matang.
Saus apa saja yang harus dihindari? mayonese, custard, thousand island, dan lain sebagainya.
Susu non pasteurisasi
Sama dengan soft cheese, susu non pasteurisasi juga mengandung bakteri listeria. Sehingga lebih aman memilih susu khusus untuk ibu hamil.
Kafein
Beberapa studi mengatakan bahwa akan lebih baik apabila ibu hamil tidak mengonsumsi kafein. Di sebagian kasus, kafein ditemukan berpengaruh besar terhadap keguguran terutama pada usia kehamilan tri semester.
Kafein sendiri sejatinya mengandung zat diuretic sehingga dapat menyebabkan tubuh dehidrasi dan kurang kalsium.
Alkohol
Yang TAK BOLEH DIKONSUMSI oleh ibu hamil adalah alkohol. Berapapun jumlahnya, sekalipun hanya sedikit, alkohol dapat mengancam gagal ginjal hingga penyakit jantung. Alkohol sendiri adalah racun yang dapat mengacaukan sistem syaraf apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Sayuran mentah
Ibu hamil juga disarankan menghindari sayuran mentah. Selain ancaman toxoplasma, kandungan pestisida yang masih terbawa sayuran dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan bayi di dalam kandungan.
Nah, Bunda, hati-hati ya menjaga kehamilan sejak dini. Mari SHARE artikel ini untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Sumber : vemale.com

Wednesday, February 13, 2013

Fix Windows 8 Restart and Shutdown Problems by Disabling “Hybrid Shutdown” Feature


There are many Windows 8 users who are complaining about various restart and shutdown issues. Many times their Windows 8 computers restart themselves as soon as the login screen appears. Sometimes their computer systems hang while rebooting or shutting down the system.
Most of the times these kind of issues are related with the new "Hybrid Shutdown" feature introduced in Windows 8. Hybrid shutdown feature of Windows 8 decreases the total startup time by hibernating the kernel session instead of closing it which reduces the overall Windows loading time because resuming from hibernated system session is very less work compared to a full system initialization.
But this new feature is causing problems to some computer systems and if you are also facing reboot or shutdown problems in Windows 8, you can fix it by disabling this new hybrid shutdown feature and doing a complete shutdown.
Just follow these simple steps:
1. If you are on new Start Screen, type power and Windows will automatically search for the term and will show you the results.
If you are on Desktop, move your cursor to top-right corner of screen to access new Charms Bar. Now click onSearch option and type power in search box.
2. Now click on Settings link given in right-sidebar of search results page and then click on "Change what the power buttons do" link given in the search results as shown in following screenshot:
Change_Power_Settings_Windows_8.png
3. It'll open Power Options window. You can alternatively open the same window by typing powercfg.cpl in RUN dialog box and press Enter and then click on the "Choose what the power buttons do" link given in left sidebar.
Now scroll down to bottom and you'll see "Turn on fast startup (recommended)" option given in Shutdown settings section as shown in following screenshot:
Disable_Hybrid_Shutdown_Fast_Startup_Windows_8.png
4. Disable the option by unchecking the checkbox and then click on "Save Changes" button.
PS: If the option is not shown or greyed out, scroll up and click on "Change settings that are currently unavailable" link.
5. That's it. Restart your system and your reboot or shutdown problems should get fixed in Windows 8.
NOTE: If the above solution doesn't fix your problem, you can try to execute following command in CommandPrompt. Open Command Prompt as Administrator by right-click on the bottom-left corner and select the same option from the Win+X menu:
bcdedit /set disabledynamictick yes
The above mentioned command used to fix a very annoying freezing issue found in Windows 8 Release Preview build. According to Microsoft the issue was fixed in Windows 8 RTM but if you are still facing the issue, you can try the command.
Sumber : http://www.askvg.com

Sunday, January 20, 2013

Ingin Bercinta Lebih Dahsyat? Minumlah Racikan Madu dan Telur!

Sejak lama ramuan telur dan madu menjadi sangat dipercaya khasiatnya. Bahkan kebanyakan ramuan ini sering kali dianjurkan untuk dikonsumsi pengantin baru. Karena diketahui dapat meningkatkan libido saat bercinta.

Libido yang meningkat dengan optimal tentunya sangat menetukan suksesnya kegiatan bercinta. Untuk itu ramuan khusus yang menyehatkan perlu dikonsumsi, seperti telur yang bercampur dengan madu. Keduanya mengandung nutrisi baik untuk memproduksi hormon seksual.

Telur diketahui mengandung sejumlah vitamin B5 dan vitamin B6 yang dapat mengatur suasana hati juga menyeimbangkan kadar hormon. Saat itulah tubuh yang rileks dapat membuat lebih fokus selama kegiatan bercinta. Selain itu kandungan vitamin A dalam telur juga dapat menjaga kesehatan alat kelamin dan kulit.

Sedangkan madu memiliki rasa yang manis lembut. Karena itulah sering digunakan untuk penambah rasa manis pada makanan ataupun minuman. Pada ramuan ini madu juga dicampur dengan telur di dalam gelas. Madu yang mengandung vitamin B juga dapat meningkatkan produksi hormon.

Seperti yang dilansir Sixwise, madu juga mengandung unsur nutrisi yaitu boron untuk mengontrol hormon yang penting untuk meningkatkan gairah saat bercinta. Ramuan ini tak hanya bisa dikonsumsi pria, wanita juga bisa mengkonsumsinya beberapa saat sebelum kegiatan seksual dimulai.

Sumber : detikFood

Tuesday, November 6, 2012

Jantung Rusak Kembali Sehat dengan Olahraga 30 Menit

Cepat, mematikan dan datang tiba-tiba, itu sebabnya serangan jantung merupakan penyakit yang ditakuti banyak orang. Penyakit ini seringkali meninggalkan kerusakan parah pada jantung. Untuk mengatasinya tak perlu obat yang aneh-aneh, cukup dengan banyak berolahraga.

Sebuah penelitian menemukan bahwa melakukan olahraga setiap hari dapat memperbaiki kerusakan yang diakibatkan serangan jantung. Para peneliti menemukan untuk pertama kalinya bahwa olahraga secara teratur dapat membuat sel-sel induk jantung aktif kembali. Hal ini akan memicu pertumbuhan otot jantung yang baru.

Sebelumnya para ilmuwan telah menemukan bahwa sel-sel induk bisa memproduksi jaringan baru melalui suntikan bahan kimia yang dikenal sebagai faktor pertumbuhan. Penelitian baru ini menemukan bahwa olahraga sederhana ternyata juga memiliki efek yang sama.

Para peneliti dari Liverpool John Moores University menemukan bahwa sebagian kerusakan akibat penyakit jantung atau gagal jantung bisa diperbaiki dengan cara 30 menit berjalan kaki atau bersepeda setiap hari yang cukup menghasilkan keringat.

Dalam penelitian terhadap tikus, peneliti menemukan bahwa olahraga dalam intensitas tersebut dapat mengaktifkan lebih dari 60 persen sel-sel induk jantung. Padahal, biasanya sel-sel induk ini sudah tidak aktif pada tikus dan orang dewasa.

Laporan penelitian yang dimuat European Heart Journal menjabarkan, setelah melakukan olahraga selama 2 minggu, tikus mengalami peningkatan jumlah cardiomyocites atau sel-sel pemicu detak jantung sebanyak 7 persen. 

"Olahraga meningkatkan faktor-faktor pertumbuhan yang mengaktifkan sel-sel induk untuk memperbaiki jantung. Temuan ini adalah yang pertama kalinya menemukan adanya potensi ini," kata peneliti, Dr Georgina Ellison seperti dikutip dari Telegraph, Senin (5/11/2012).

Dr Ellison menegaskan, meskipun pasien kerusakan jantung yang parah mungkin tidak mampu melakukan olahraga secara intensif, olahraga untuk pasien seperti ini dapat dilakukan dengan cara jogging atau bersepeda selama 30 menit sehari. Durasi ini dianggap masih aman dan tidak membahayakan kesehatan.

Namun memang, Dr Ellison mengakui bahwa efeknya akan lebih besar jika olahraga dilakukan dengan intensitas yang lebih tinggi. Karena penelitian ini masih dilakukan pada tikus, penelitian lebih lanjut terhadap manusia masih perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi hasilnya.

Sumber : detikHealth