Makanan sangat penting untuk mengontrol diabetes, termasuk makan pagi alias sarapan. Sarapan yang sehat dapat menjaga gula darah Anda tetap dalam keadaan baik. Apa saja?
Untuk menjaga kadar gula darah, pasien diabetes harus konsisten menjaga waktu dan porsi makan. Sarapan pada waktu yang sama setiap hari dengan jumlah makanan yang konsisten, terutama karbohidrat, dapat membantu penderita diabetes mengatur gula darah lebih baik.
Karbohidrat meliputi pati, buah, susu atau yogurt. Dokter atau ahli gizi biasanya menentukan berapa banyak yang pasien butuhkan untuk sarapan. Tapi menurut American Diabetes Association, pasien diabetes bisa sarapan sebanyak 45 sampai 60 gram.
Dilansir Livestrong, Selasa (18/1/2011), berikut beberapa makanan sehat yang baik untuk pasien diabetes:
1. SerealSereal adalah sarapan yang sehat untuk pasien diabetes. Carilah sereal tawar dengan lebih dari 2,5 gram serat per porsi. Gunakan susu skim atau susu dengan 1 persen lemak untuk membatasi asupan kalori dan lemak jenuh.
Orang dengan diabetes memiliki tingkat lebih tinggi menderita penyakit jantung sehingga harus membatasi asupan lemak jenuh. Sarapan 45 sampai 60 g karbohidrat bisa berupa tiga perempat cangkir sereal gandum utuh segar, 1 cangkir susu skim dan 1 buah apel.
2. Roti gandumProduk roti seperti roti gandum, muffin dan bagel juga dapat menjadi menu sarapan untuk pasien diabetes. Pilihlah roti dengan bahan yang utuh, sehingga mengandung lebih banyak serat, vitamin dan mineral. Mengonsumsi makanan tinggi serat dapat membantu mengontrol diabetes.
Contoh sarapan 45 sampai 60 g karbohidrat adalah sepotong roti gandum bakar dengan 1 sendok makan selai kacang.
3. TelurTelur memberikan protein, vitamin A dan vitamin D. Jika Anda mempunyai kolesterol tinggi, Anda harus membatasi asupan kuning telur sampai dua minggu.
Sumber : detikHealth
Mematikan lampu saat tidur malam tidak hanya menghemat tagihan listrik, tetapi juga baik untuk kesehatan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidur dalam kondisi kamar terang benderang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Joshua Gooley, ahli kesehatan dari Harvard Medical School di Boston. Dalam eksperimen yang dilakukan 5 hari berturut-turut tersebut, Gooley melibatkan 116 partisipan berusia antara 18-30 tahun.
Para partisipan dibagi menjadi 2 kelompok, salah satunya dikondisikan untuk berada di ruangan yang terang benderang selama 8 jam sebelum tidur. Kelompok yang lain ditempatkan di ruangan yang lebih redup dengan durasi yang sama yakni 8 jam.
Hasil pemeriksaan sampel darah yang diambil tiap 30 menit menunjukkan produksi hormon melatonin turun 50 persen pada partisipan yang berada di ruangan terang. Hormon ini mengatur jam biologis yang berhubungan dengan siklus antara tertidur dan terbangun.
Selain memicu rasa kantuk, melatonin juga berhubungan dengan beberapa jenis penyakit serius. Reseptor melatonin yang terletak di saraf disebut-sebut bisa meningkatkan risiko kanker dan diabetes tipe 2 jika aktivitasnya berkurang.
"Hasil penelitian ini memberikan dampak besar bagi pekerja malam yang terpapar cahaya sepanjang malam lalu tidur siang saat matahari bersinar terang," ungkap Gooley seperti dikutip dari Healthday, Senin (17/1/2011).
Meski demikian, Gooley belum bisa menjelaskan dengan pasti hubungan antara aktivitas reseptor melatonin dengan peningkatan risiko kanker dan diabetes. Mekanisme yang menyebabkan keduanya saling berhubungan baru akan diungkap dalam penelitian Gooley selanjutnya.
Sumber : detikHealth
Selaput dara seringkali diperbincangkan karena selalu dikaitkan dengan keperawanan. Tapi tahukah Anda bahwa tidak semua perempuan terlahir dengan selaput dara?
Selaput dara atau hymen merupakan bagian dari vulva, yaitu organ kelamin ekternal. Selaput dara terbentuk dari lapisan jaringan yang berkembang pada tahap awal perkembangan janin, ketika tidak ada pembukaan dalam vagina sama sekali.
Lapisan tipis jaringan tersebut menyembunyikan vagina, tetapi biasanya akan membelah atau terbagi secara tidak lengkap sebelum kelahiran dan membentuk selaput dara.
Tapi seperti dilansir Livestrong, Senin (17/1/2011), terkadang pembentukan tersebut tidak terjadi dan menyebabkan pembukaan selaput dara.
Hal ini menyebabkan banyak wanita terlahir tanpa selaput dara sama sekali, hingga proses pembagian jaringan lengkap saat masih dalam kandungan.
Banyak kalangan medis menyatakan bahwa selaput dara tidak bisa dijadikan indikator keperawanan. Jaringan dari vulva biasanya sangat tipis dan lembut sebelum masa pubertas, sehingga sering menyebabkan robek atau meregangnya selaput dara perempuan muda saat melakukan olahraga seperti bersepeda, menunggang kuda, senam atau ketika menggunakan pembalut wanita (tampon).
Seorang perempuan muda yang mengalami peregangan atau robek selaput dara mungkin tidak menyadarinya karena hanya ada sedikit darah dan nyeri atau bahkan tidak ada sama sekali.
Sisa-sisa selaput dara biasanya masih ada sampai seorang perempuan melahirkan anak melalui jalur normal lewat vagina.
Selain itu, dikutip dari STD.about.com, tidak setiap perempuan memiliki tipe selaput dara yang sama. Pada beberapa perempuan ada yang selaput daranya menghalangi sepenuhnya atau sebagian lubang vagina.
Selaput dara memiliki bentuk dan derajat kelembutan serta fleksibilitas yang berbeda-beda, semua ini tergantung dari individu itu sendiri.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Frank H. Netter MD yang termuat dalam buku The Human Sexuality, bentuk dari selaput dara ini terbagi menjadi 4 bentuk, yaitu:
- Annual hymen, bentuk selaput dara ini melingkari penuh lubang vagina.
- Septate hymen, bentuk selaput dara ini ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
- Cibriform hymen, bentuk selaput dara ini ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka, tapi lubang ini lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak.
- Introitus, pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam hubungan seksual bisa saja lubang selaputnya membesar, namun masih menyisakan jaringan selaput dara.
Sumber : detikHealth
Sebagian besar anak yang belum bisa berlatih buang air kecil atau besar di toilet masih mengandalkan popok. Kapan si kecil bisa mulai lepas atau tidak menggunakan popok lagi?
Popok sekali pakai yang digunakan oleh balita memang bisa mempermudah hidup orangtua atau pengasuhnya karena membuatnya tidak repot harus selalu mencuci celana dan membuat rumahnya tetap bersih. Tapi kondisi ini sebaiknya tidak terus menerus terjadi karena tidak akan membantu balita membangun kesadarannya terhadap kebutuhan menggunakan toilet.
Seperti dikutip dari buku Your Baby Month by Month karangan Su Laurent dan Peter Reader yang diterbitkan Esensi, Kamis (13/1/2011) perkembangan balita untuk BAK (buang air kecil) atau BAB (buang air besar) di kamar mandi beragam karenanya tidak ada angka pasti mengenai kapan usia yang tepat.
Tapi orangtua bisa mulai melatihnya saat anak berusia 18-30 bulan, dan sebagian besar anak sudah lepas popoknya saat berusia 3 tahun.
Untuk mengetahui apakah si kecil sudah siap atau belum untuk melepas popok, lihatlah beberapa tanda yang menunjukkan kesiapan anak yaitu:
- Anak memberitahu orangtua atau pengasuhnya jika popok yang digunakan basah atau kotor.
- Anak menunjukkan ketertarikan ketika menggunakan kamar mandi.
- Anak memiliki kesadaran untuk buang air kecil atau buang air besar.
Jika anak sudah menunjukkan tanda tersebut, maka peran orangtua adalah memberikan dorongan psikologis pada anak dan jangan membuat anak merasa bersalah jika anak gagal mengontrol kandung kemih dan sistem pelepasannya. Karena rasa bersalah tersebut bisa membuat perkembangan proses ini semakin lama, untuk itu berilah si kecil waktu belajar.
Untuk awalnya orangtua bisa memulai dari pagi hingga sore hari, latihlah anak untuk mengucapkan atau memberitahu orangtuanya jika ingin pipis atau sakit perut. Pada tahap-tahap awal pembelajaran, sebaiknya tetap gunakan popok celana jika ingin bepergian dan tidur sampai balita benar-benar bisa mengontrol pipis dan BAB-nya.
Dalam proses melepaskan popok, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan orangtua pada balitanya yaitu:
- Memarahi balita karena ia mengompol atau pipis sembarangan dan tidak memberitahu orangtuanya.
- Melepaskan popok saat malam hari di awal-awal proses pembelajaran, karena banyak balita yang belum siap untuk berhenti menggunakan popok sewaktu tidur.
- Memaksa anak untuk langsung bisa pipis atau BAK di kamar mandi, karena proses ini butuh pembelajaran dan orangtua harus meluangkan waktu untuk mengajarinya.
Sumber : detikHealth
Berbagai cara dilakukan orang untuk mencegah kerontokan rambut dan kebotakan. Tapi para ahli merekomendasikan beberapa cara sederhana bila Anda tak ingin botak, yaitu makan kacang dan jangan tinggalkan sarapan.
Kabar baik bagi pria yang takut botak bahwa para ilmuwan telah menemukan penyebab kebotakan, yaitu adanya gen yang menyebabkan kegagalan produksi dan perkembangan sel-sel rambut.
Tapi sayangnya, belum ada cara pengobatan yang benar-benar efektif untuk mengatasinya. Selain itu, sementara gen memainkan peran utama dalam kerontokan rambut, banyak pria tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-harinya dapat memperburuk masalah kebotakan.
Dilansir Dailymail, Senin (11/1/2011), ahli bedah restorasi rambut dari Inggris memberikan beberapa langkah sederhana untuk membantu mengurangi kerontokan rambut, yaitu:
1. Jangan lewatkan waktu sarapan
Rambut terdiri dari keratin, yaitu zat yang memberinya kekuatan. Terlalu sedikit protein akan mempengaruhi tingkat keratin, sehingga menyebabkan rambut kehilangan tenaga dan berhenti tumbuh.
"Sarapan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan protein dalam tubuh, dengan makanan seperti ikan, telur, ayam, daging merah)," kata Philip Kingsley, konsultan trichologist.
2. Makan kacang-kacangan
Kurangnya zat besi bisa menyebabkan rambut rontok. Jika Anda tidak memiliki cukup zat besi, maka kadar feritin akan turun, yang merupakan molekul penyimpan zat besi dalam tubuh.
Hal ini pada gilirannya akan mengganggu pertumbuhan rambut normal dan meningkatkan kerontokan rambut. Makan makanan kaya zat besi seperti kacang-kacangan, daging merah, sayuran hijau tua dan buah-buahan kering, ini akan membantu mengurangi rambut rontok berlebihan.
3. Berhenti merokok
Penelitian menunjukkan bahwa rokok juga bisa memicu kerontokan rambut. Hal ini karena rokok dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan merusak suplai darah ke folikel rambut. Maka berhenti merokok adalah salah satu cara untuk mencegah kebotakan.
4. Rileks
Memiliki kelebihan hormon laki-laki mungkin tidak terdengar seperti hal yang buruk, tetapi testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) dapat memiliki efek buruk pada bagian-bagian tertentu dari folikel rambut.
Hormon tersebut meresap ke batang rambut dan menyebabkan rambut menjadi lebih tipis. Setelah rambut menyusut, dengan diameter tertentu akan berhenti tumbuh sepenuhnya. Ketika pria sedang stres, tubuh akan memproduksi hormon lebih banyak dan cenderung membuat rambut rontok. Jadi cobalah untuk rileks.
5. Jangan menyisir dengan keras
Menyisir rambut dengan keras dapat menggaruk kulit kepala dan menarik rambut keluar dari akar serta merusak folikel rambut. "Sangat penting untuk merawat kulit kepala dengan lembut ketika keramas, dan jangan menarik-narik rambut Anda dengan sikat atau sisir," kata Dr Bessam Farjo, ahli bedah restorasi rambut dari Manchester.
6. Jangan mewarnai rambut
Studi juga menunjukkan bahwa pewarna yang berisi bahan kimia para-phenylenediamine (PPD) dapat menyebabkan reaksi alergi parah dan dermatitis, yang dapat menyebabkan kerusakan pada folikel kulit kepala dan rambut.
Sumber : detikHealth
Bagi beberapa orang mengupil adalah kegiatan yang mengasyikkan atau menyenangkan. Tapi mengupil terlalu sering ternyata bisa berbahaya bagi kesehatan dan tubuh seseorang.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim peneliti dari Wisconsin dengan melibatkan 200 partisipan, diketahui bahwa rata-rata seseorang mengupil sebanyak 4 kali sehari yang dilakukan saat sedang senggang atau santai.
Mengupil adalah kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran atau benda asing yang masuk dengan menggunakan jari. Meskipun kegiatan yang umum, tapi bagi budaya tertentu cenderung tabu karena bisa menimbulkan perasaan jijik dan geli.
Upil yang ada di hidung sebenarnya terbentuk dari lendir yang mengering. Membran mukosa di rongga hidung akan terus menerus menghasilkan lendir basah yang berfungsi menghilangkan debu dan benda-benda asing lainnya yang masuk ke hidung. Lendir yang mengering ini akan menyebabkan sensasi iritasi yang kadang menimbulkan rasa gatal dan memicu orang untuk mengupil.
Seperti dikutip dari eHow, Jumat (7/1/2010) ada beberapa alasan yang membuat seseorang harus mengupil, yaitu:
Sedang bengong atau memikirkan sesuatu
Penyebab paling umum orang mengupil terjadi ketika seseorang sedang tidak memikirkan apa-apa, bingung atau bosan. Tindakan ini hampir sama dengan kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jempol, karenanya tak jarang orang tanpa sadar melakukannya di depan umum.
Menghilangkan iritasi
Hidung memiliki kecenderungan menjadi kering dan teriritasi oleh hal-hal seperti alergi, bahan kimia dan polusi udara. Saat hidung mengalami iritasi, maka akan timbul rasa gatal dan keinginan untuk menggaruk melalui cara mengupil.
Untuk menghilangkan sekresi hidung
Ketika sedang pilek, infeksi sinus dan alergi bisa menyebabkan sekresi hidung atau lendir meningkat. Sekresi ini seiring waktu akan mengering yang membuat seseorang sulit bernapas. Karenanya seseorang akan mengupil untuk membuat napasnya lega dan menghilangkan penumpukan lendir.
Gangguan obsesif-kompulsif
Salah satu tanda gangguan obsesif kompulsif adalah suka mengupil yang disebut dengan rhinotillexomania. Mengupil dilakukan untuk meringankan perasaan-perasaan negatif yang mengganggu pikirannya, karenanya seringkali ia mengupil di depan umum dan tidak melihat kondisi di sekitarnya. Orang dengan gangguan ini membutuhkan bantuan medis atau psikolog.
Satu hal yang pasti adalah selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengupil, memotong kuku dan jangan menarik upil terlalu keras agar tidak melukai lapisan di dalam hidung.
Tapi jika seseorang terlalu sering mengupil bisa menyebabkan hidung menjadi kering yang dapat memicu perdarahan. Hal ini karena secara alami hidung tetap membutuhkan pelumas setiap saat untuk mencegahnya dari kekeringan.
Sedangkan jika seseorang jarang mengupil, maka lendir yang bercampur dengan kotoran tersebut akan semakin mengeras yang menghambat pernapasan (sulit bernapas) serta membuat hidung tidak lagi bisa efektif menyaring benda-benda asing dari luar.
Akibat keseringan mengupil adalah:
1. Mudah terkena flu
Virus flu bisa melewati selaput lendir yang salah satunya terdapat di dalam hidung. Memasukkan jari-jari yang terkontaminasi virus ini ke dalam hidung bisa menyebabkan seseorang terkena flu yang disebabkan oleh diri sendiri. Dalam beberapa hari ke depan, seseorang bisa saja mengalami flu, tenggorokan gatal dan serangan bersin-bersin.
2. Mimisan
Jika terlalu sering mengupil atau mengupil dengan keras bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan di hidung yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri dan benda-benda asing di udara, sehingga memicu terjadinya mimisan.
3. Infeksi
Selain infeksi virus flu, terlalu sering mengupil menyebabkan kuman dan bakteri lebih mudah masuk ke hidung dan menyebar ke bagian tubuh lain.
4. Merontokkan rambut hidung
Ketika mengupil secara konsisten dna terus menerus akan menyebabkan rambut hidung rontok. Padahal rambut ini memiliki fungsi penting untuk menyaring debu dan polutan di udara. Tanpa rambut hidung akan membuka jalan bagi semua jenis penyakit dan infeksi masuk ke dalam tubuh.
5. Bisa meninggal
Kondisi ini bisa terjadi jika seseorang berusaha mengeluarkan upil yang besar. Karena di dalam hidung ada tulang yang disebut tulang ethmoid, tulang ini memisahkan hidung dari otak. Jika saat mengupil seseorang menusuk tulang ini, maka cairan di otak bisa bocor yang menyebabkan meningitis.
Sumber : detikHealth
Punya kulit sehat dan mulus tentunya jadi impian kebanyakan wanita, hingga berbagai cara rela dilakukan. Dengan merangsang kolagen alami tubuh, orang bisa mendapatkan kulit yang sehat dan mulus. Bagaimana caranya?
Kolagen adalah protein yang digunakan tubuh untuk membentuk jaringan ikat. Molekul-molekul bergabung untuk membentuk kolagen bertahan lama, berserat menyediakan kerangka kerja bagi tulang rawan, tendon dan kulit.
Kulit yang sehat membutuhkan peremajaan kolagen. Sayangnya, usia atau paparan sinar matahari bisa merusak serat-serat kolagen sehingga kehilangan elastisitasnya.
Dilansir Livestrong, Jumat (7/1/2011), ada beberapa cara alami untuk dapat merangsang kolagen untuk mendapatkan kulit yang sehat dan awet muda, antara lain:
1. Banyak konsumsi vitamin AMenurut University of Maryland Medical Center, memperbanyak asupan vitamin A dapat merangsang kolagen alami tubuh. Vitamin A merupakan unsur yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan kulit dan selaput lendir.
Makanan kaya vitamin A misalnya daging sapi, hati, telur, susu dan sayuran hijau berdaun gelap.
2. Banyak konsumsi vitamin CTambahkan lebih banyak vitamin C dalam menu harian Anda. Mayo Clinic menyatakan bahwa studi menunjukkan makanan yang kaya vitamin C mempromosikan kulit tampak sehat, karena vitamin C dapat meningkatkan pertumbuhan kolagen.
Perbanyak makan buah-buahan, sayuran dan biji-bijian untuk meningkatkan asupan vitamin C Anda.
3. Banyak konsumsi makanan yang mengandung AHAAlpha-Hydroxy Acid (AHA) bertanggung jawab untuk mencabut sel-sel kulit tua yang mungkin menempel pada lapisan atas kulit. Bila tidak dibersihkan, sel-sel kulit tua dapat membuat kulit tampak tua.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Dermatology di Cleveland Clinic Foundationmenyimpulkan bahwa AHA membantu mengurangi munculnya keriput dan penuaan kulit.
Buah-buahan seperti jeruk, nanas, anggur dan jeruk, serta asam laktat yang ditemukan dalam susu semuanya mengandung AHA.
4. Minum banyak air putihAir putih diperlukan untuk pertumbuhan kulit yang sehat. Setidaknya minum 8 gelas air putih setiap hari untuk mendapatkan kulit yang sehat.
5. Gunakan tabir suryaKulit yang tidak menggunakan tabir surya akan cepat rusak terpapar sinar matahari. Kulit yang rusak tidak dapat menghasilkan kolagen, sehingga melindungi kulit dari efek berbahaya matahari akan menjaga kulit sehat dan meningkatkan pertumbuhan.
Sumber : detikHealth